Selasa, 19 Februari 2013


Demokrasi...
Rasanya bangsa ini sudah bosan mendengar kata itu
Sedih hati bangsa
Manusia-manusia busuk menjarah negeri ini

Kau bilang dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat
Tapi semua tenggelam dalam buta hati dan jiwa

Jutaan tangan meraba untuk mengakhiri semua itu
Kami inginkan demokrasi yang sejati
Bongkar dan hancurkan topeng mu
Demi tegaknya demokrasi
Dunia yang tenang dan damai untuk anak bangsa

Jumat, 15 Februari 2013


Namanya koruptor
Dia bangga akan dirinya karena dia kaya raya
Kalian yang lapar akan materi
Kalian yang haus akan tahta

Kulihat kau duduk manis
Rapat, rapat, rapat seperti bunglon
Kau bilang perjuangkan aspirasi rakyat
Tapi uang-uang kau gerogoti

Karena kau koruptor
Dimana letak hati nurani kalian
Lihatlah anak bangsa ini
Payahnya hidup di negeri sendiri
Runtuh karena tikus berdasi

Kalau kau koruptor
Ingatlah, bolehlah kau berhiaskan berlian di dunia ini
Tapi surga tak bernilai dengan uang haram mu

Selasa, 01 Januari 2013


       
Tak terasa sudah memasuki bulan ke-2  saya kuliah di Al Muslim University, tepatnya di English Department. Hari-hari terlewati begitu cepat. Saya sadar tanggung jawab saya sudah semakin besar. Kuliah membuat saya lebih dewasa menyikapi hidup. Saya memutuskan untuk sukses akademi dan organisasi. Saya juga mencoba untuk berbisnis walaupun dengan modal sedikit. Keluarga saya sangat mendukung dengan kegiatan baru saya ini.
Di perkuliahan saya menemukan teman-teman baru. Awalnya memang sangat menyedihkan berpisah dengan sahabat saya semasa SMA, Irna Dewi. Saat SMA saya sangat beruntung memiliki sahabat sebaik dan secerdas Irna. Untungnya kita bergabung dalam satu organisasi yang sama yaitu “Rumah Pintar Peusangan (RP2)”. Bersama-sama dalam organisasi membuat saya merasa Irna selalu dekat dengan saya.
Untuk mengasah softkill saya bergabung di dua organisasi yang saya minati. Saat MOSKA saya sudah mendapat banyak Informasi megenai UKM-UKM yang ada di University of Al Muslim. Awalnya saya ingin bergabung di tiga organisasi, yaitu LDK Formada, LPM SA, dan Rumah Pintar Peusangan (RP2). Dan karena waktu yang tidak memungkinkan, maka saya hanya bergabung dengan LPPM SA dan RP2.
Saya sangat senang bergabung di English Department. Saat SMA dahulu saya selalu mendapat nilai terbaik di pelajaran bahasa Inggris diabandingkan pelajaran lainnya. Bahkan, saya juga mengikuti les bahasa inggris di Exsist English Course untuk memperdalam bahasa Inggris saya. Perjuangan saya semasa SMA membuat saya mampu kuliah di English Department.
Untuk mengasah softkill saya bergabung di dua organisasi yang saya minati. Saat MOSKA saya sudah mendapat banyak Informasi megenai UKM-UKM yang ada di University of Al Muslim. Awalnya saya ingin bergabung di tiga organisasi, yaitu LDK Formada, LPPM SA, dan Rumah Pintar Peusangan (RP2). Dan karena waktu yang tidak memungkinkan, maka saya hanya bergabung dengan LPM SA dan RP2.
Ada 8 mata kuliah yang diberikan untuk semester satu, yaitu: Speaking for Everyday Commuinication, Pendididkan Agama I, Basic English Grammar, Literal Reading, Literal Listening, Bahasa Indonesia, Pronunciation, dan Aplikasi Ilmu Komputer. Saat ini saya sudah mengikuti 3 quiz yang telah diadakan. Alhamdulillah sudah 2 Quiz yang diumumkan nilainya, yaitu Basic English Grammar : 100 dan literal reading: 100. Sujud syukur pada Mu Ya Allah.
Saya berharap bisa lulus cumlaude tepat waktu, dan melanjutkan study.
Aamiin ya rabbal `alamin 

Kesuksesan anda ditentukan oleh siapa teman anda, buku apa yang anda baca, lagu apa yang anda dengar, dan acara televisi apa yang anda tonton.

Bagaimana contoh teman, buku, lagu, dan acara televisi yang baik?
Mari kita bahas..

1. Teman.
Teman yang baik adalah yang selalu mengingatkan kita jika salah, mengajak dalam kebaikan atau setidaknya mau anda ajak dalam kebaikan.

2. Buku yang Baik.
Buku apa yang penting untuk dibaca? Novel? Artikel?
Right, itu benar tetapi bukan sembarang artikel atau novel. Bacalah buku-buku yang positif dan membawa anda menjadi pribadi yang sukses mulia.
Contohnya: Laskar Pelangi, Negeri 5 Menara, Chairul Tanjung si Anak Singkong, Berpikir dan Berjiwa Besar, Sirah Nabawiyah, Ketika Cinta Bertasbih, dsb.
Mari dibaca dan kita akan terkejut dengan perubahan yang terjadi.

3. Lagu
Hindari lagu-lagu cengeng dan galau karena menurut penelitian, lagu-lagu cengeng akan mengecilkan hormon 'Kebahagian'. Maaf saya lupa nama hormonnya, mungkin anak kedokteran lebih tahu.
Jika tidak tahu juga???
*plaakk

4. Apa acara TV yang di Tonton oleh orang sukses?
Mungkin sebagian besar perempuan akan menjawab 'Sinetron'!?
Hanya itu?
Saya harap kita segera mengganti hobby kita yang satu ini.
Ada 4 program yang saya sarankan.
a. Mario Teguh"Golden Way" setiap Minggu malam jam 19.00 WIB di Metro TV ( tentang Pengembangan Diri)
b. Kick Andy Show, Jum'at malam, jam 21.30 ( anda akan menonton dengan hati)
c. Indonesia Emas with Ary Ginanjar Agustian, kamis malam, jam 20.30 WIB di TVRI ( pakar ESQ)
d. Tung Desem Waringin, jam 20.00 WIB di TVRI ( pakar Marketing)

Let's Try.
Do this if you want to be better person. :)

Sumber : nurmulyasa.blogspot.com

Senin, 24 Desember 2012


            Di bawah pohon perdu terlihat dua anak berumur 8 tahun sedang bermain kejar-kejaran. Aya dan Putri, mereka mengintari pohon perdu tanpa kenal lelah. Angin sore membuat rambut mereka melambai-lambai. Setelah puas bermain, mereka berselonjor di bawah pohon perdu yang rindang. Dari kejauhan terlihat Ibu Aya datang. Sambil beristirahat, kemudian mereka berbincang-bincang tentang impian mereka.
            “Aku ingin jadi POLWAN, berbakti pada negara Indonesia”, Sahut Aya
            “Put, kamu juga jadi POLWAN saja ya, kamu tinggi, badan mu bagus, pasti cocok jadi POLWAN”, Aya menyambung ucapannya.
            “Tidak mungkin Putri bisa jadi POLWAN, walaupun badannya tinggi. Ayahnya tidak akan mampu membiayai pendidikannya”, Ibu Aya mulai berkicau.
            Putri tertunduk. Hatinya miris sekali. Dalam hatinya Dia berpikir, apakah benar seperti yang dikatakan Ibu Aya.
***

            “Assalamualaikum... Ibu...Ibu...”
            “Wa’alaikumsalam, eh anak ku sudah pulang, seru mainnya?”
            “Seru, Bu. Tadi Putri main kejar-kejaran sama Aya”
            “Wah, baguslah kalau anak Ibu senang”.
            “Bu, Putri lagi sedih”. Tiba-tiba perkataan Aya mengangetkan Ibunya yang sedang sibuk mengurus orderan.
            “Loh, tadi katanya senang setelah main sama Aya, sekarang kok sedih? Sedih kenapa? Kesini...dekat sama Ibu”. Ibu menarik tangan Putri untuk duduk dipangkuannya.
            “Memangnya Putri sedih kenapa?” Ibu mengelus-ngelus kening buah hatinya
            “Semua orang tahu kan, Bu, Kalau Ayah cuma petani, tidak perlu dibilang-bilang pun semua orang sudah tahu kalau Ayah tidak punya banyak uang, ya kan, Bu?”
            Ibu sontak terkejut dengan perkataan buah hatinya.
            “Bu, tadi Ibu Aya bilang kalau Putri tidak mungkin jadi POLWAN karena kita tidak punya banyak uang”, Putri meneteskan air matanya.
            Ibu miris mendengar ucapan putrinya yang begitu polosnya, Ibu mencoba bersabar.
            “Putri, Ibu Aya cuma bercanda sama Putri”, Ibu mencoba menghibur anaknya.
            Tok..Tok..Tok..
            “Assalamualaikum”, Ayah Putri baru pulang dari sawah.
            “Waalaikumsalam”, Ibu dan Putri menghampiri dan menyalami tangan Ayah.
            “Wah, anak Ayah sedang asyik mengobrol ya sama Ibunya? Ayah boleh ikutan nggak?” Ayah menggoda Putri.
            “Ah, Ayah mau tahu saja” Putri bergaya sok cuek.
            “Ini lho, Yah.. Ibu sama Putri sedang berbincang mengenai cita-cita Putri”
            “Oh ya, Putri kelak mau jadi apa?” Ayah bertanya pada Putri
            “Putri tidak mau jadi POLWAN, Putri mau jadi dokter. Supaya bisa menolong orang yang sakit”, Putri bersemangat menjawab pertanyaan Ayahnya.
            “Pasti bisa! Itu cita-cita yang mulia, Nak”, Ayah mengangguk-angguk kagum pada Putri semata wayangnya.
            “Ya sudah lanjutkan perbincangannya ya, Ayah mau mandi dulu”, Kemudian Ayah beranjak dari kursinya.
***

            Senja menjadi jingga, burung-burung menari terbang kembali ke sarangnya. Awan bergerak melambai-lambai tanda malam akan segera menyapa manusia. Awan itu seakan bergerak seirama dengan lamunan Putri. Rupanya Putri masih memikirkan kata-kata Ibu Aya. Ibu menghampiri Putri.
            “Putri tidak perlu memikirkan omongan orang yang aneh-aneh. Tugas Putri sekarang, belajar, belajar, dan belajar. Itu omongan bukan untuk anak-anak. Itu omongan orang dewasa saja. Jadi Ibu Aya kalau ngomong sama Putri, Ibu Aya cuma bercanda”.
            “ Iya, Bu Cuma bercanda ya?”
            “Iya, Nak” Ibu tersenyum mengangguk.
            Setelah Ibu berbicara seperti itu, Putri lega perasaanya.
            “ Sudah, Nak, tidak perlu dipikrkan, Putri mandi dulu, habis mandi, makan, terus mengaji ya.. Yuk...”, Ibu mengalihkan pembicaraanya supaya Putri tidak memikirkan lagi hal tersebut.
***

            Ini adalah sebuah kisah nyata. Kisah seorang Ibu yang luar biasa. Ya, Ibu memang Madrasah pertama bagi anakknya, dengan sabar beliau tuntun anaknya mewujudkan impiannya satu persatu. Mendukung anaknya menggapai bintang tertinggi.
            Sahabat hargailah impian mu karena orang tua mu. Hargai impian, karena impian yang membuat mu terbang tinggi. Milikilah impian yang besar dan pantaskan diri untuk impian tersebut.
            Could you promise with me?
            Dream big, action big, pray big!
            Success for us! 

Created by Nurmulya
24 Desember 2012, pukul 7:04 WIB
In My Palace