Jumat, 10 Agustus 2012



Segala titik telah ku jalani
Aku sudah menangis
Aku sudah tertawa
Mengikuti suara dalam hati
Lentera jiwaku

Setiap nafasku di dalam detak jantung
Bersyukur pada yang Maha Kuasa
Satukan cita dan cinta

Ketika mimpi ku yang begitu indah tak sampai
Tetes air mata mengalir disela derai tawa
Seakan hidup ini tak ada artinya lagi

Ku coba untuk bangkit
Meski terasa sulit
Terbang melayang dari bumi ke langit
Menembus ruang dan waktu
Mencoba menggali makna cinta
Memenangkan hati untuk cinta


Sambut mentari baru di depan ku
Ini saatnya menentukan langkah baru
Membuka mata
Lupakan luka
Basuh keringat yang mengalir

Tak kan ku sesali segala yang telah terjadi
Hidup terus berjalan
Bangkitkan keringat hingga membara
Mimpi-mimpi yang tenggelam
Siap menghantam bumi
Karena ku adalah sang pemenang

Aku terlahir untuk jadi pemenang
Tak kan pernah terpikir untuk jadi pecundang
Hanya satu yang selalu ku kenang
Saat sorak-sorak itu berkumandang
Mewujudkan mimpi ku!
Malam hari sepulang tarawih, saya berbincang-bincang dengan seorang dokter. Dokter adalah profesi yang sangat dielu-elukan oleh sebagian besar orang. Dokter mempunyai tugas mulia untuk membantu mengobati kita.
Saya sebut saja dokter ini, dr. Aminah, beliau sudah 5 tahun menjadi dokter. Saya bertanya tentang suka duka menjadi eorang dokter.
“Ada rasa bahagia jika kita berhasil membantu seseorang untuk sembuh. Seorang dokter tidak hanya bertugas menyuntik dan memberi obat, tetapi juga harus memotivasi pasiennya untuk sembuh, dan bangkit dari cobaan”, tutur beliau.
Saya lanjut bertanya,”Lalu adakah dukanya menjadi dokter?”
Beliau tersenyum,”Tentu, semua profesi memiliki suka duka, saya sangat berhati-hati dalam membantu penyembuhan pasien, saya tidak ingin ada kesalahan obat, dan lain sebagainya. Pernah suatu ketika saya mendapat pasien seorang bayi berusia 6 bulan, miris sekali, inilah tugas seorang dokter sebenarnya, dengan tangan mulianya seorang dokter menyentuh hatinya untuk menolong”.
“Saya bahkan juga sangat miris jika ada yang mengatakan dokter hanya bertugas memberi obat, kemudian menerima uang, bukan hanya itu saya katakan!”
Beliau melanjutkan, “Dokter harus bekerja dari hati, mengeluarkan sekuat tenaga membantu pasien. Sebenarnya semua orang bisa menjadi dokter. Mindset orang Indonesia harus diubah. Dokter bukan hanya orang yang berseragam putih. Tapi orang yang berusaha membantu sepenuh hati, walaupun hanya satu orang yang kita tolong. Bahkan seorang petani bisa dikatakan seorang dokter karena dia telah menyediakan beras untuk ratusan orang agar bisa bertahan hidup, apalagi jika padi yang ditanam adalah padi organik, Petani yang berhasil!”
Beliau mengakhiri ceritanya dengan sebuah nasihat, “Nak, Jadilah orang yang berguna bagi orang lain apapun bidang yang kamu geluti. Tidak harus menjadi dokter untuk membantu orang banyak. Apapun profesi kita, stay be the best!”