Kamis, 01 Desember 2016


Kali ini dengan bangga dan penuh keyakinan ku tulis kembali proposal hidupku. Proposal lama ku di sini, aku revisi. Semoga hari dan semangat yang baru datang. Sebelum aku merevisi proposal ini, aku telah mengalami masa berpikir yang panjang kali lebar selama sebulah. Eh, tapi tidak bisa dikategorikan berpikir juga sih, karena bulan November ini banyak ku habiskan dengan santai juga.
Ngomong-ngomong proposal, selain berjuang untuk proposal hidup, aku juga sedang berjuang untuk skripsiku. Haha… Maafkanlah daku skripsi, dua bulan ini tak ku sentuh. Jangankan ku sentuh, ku lirik pun nggak. Tapi setelah proposal hidup ini ku tulis, aku yakin bias membawamu ke sidang comprehensive di penghujung Desember 2016 ini ya.
Baiklah, inilah proposal hidup seorang Nurmulya Sapittri baru:
Keep my word, world!

Saya adalah spesial karena saya memiliki beberapa kelebihan dibandingkan orang seusia saya. Pertama, saya mampu menulis dan senang memposting di blog saya. Kedua, saya memiliki kemampuan untuk belajar secara cepat dan senang mengajar, terutama dalam pelajaran bahasa Inggris. Ketiga, saya merupakan orang yang kreatif. Keempat, saya sangat mudah akrab dengan anak-anak dan tahu menjelaskan sesuatu hal kepada anak-anak (dengan ini saya mendapatkan cinta dari anak-anak). Kelima, saya memiliki bakat berbicara yang luar biasa sebagai penyampai informasi. Keenam, saya memiliki kemampuan leadership dan organisator yang sangat baik, hal ini akan sangat membantu saya dalam menghadapi dunia yang nyata setelah meraih gelar sarjana pendidikan.

Prestasi terbaik dalam hidup saya akan saya raih pada usia 30 tahun, yaitu berbisnis sehingga saya bisa bebas financial. Dari semua itu, 20% keuntungan saya berikan untuk membantu orang miskin dengan membangun lembaga pendidikan gratis untuk anak-anak kurang mampu di Indonesia. Saya juga akan menjadi penulis, saya akan menjadikan pengalaman hidup saya sebagai tulisan yang menginspirasi dunia. Selain menulis, saya juga akan menjadi seorang pendidik yang hebat bagi mahasiswa dan anak-anak.

Oleh karena itu, saya akan fokus mempelajari ilmu bahasa Inggris, bisnis, dan dunia tulis menulis. Saya akan menemukan metode baru mengenai cara belajar bahasa Inggris yang mudah bagi anak-anak. Saya akan berbagi ilmu apa saja yang saya miliki dalam tulisan-tulisan saya.

Mulai hari ini saya tidak lagi menunda-nunda pekerjaan dan tidak melakukan yang bukan prioritas. Saya juga tidak akan melamun dan begadang lagi. Saya juga akan mengurangi akses dengan social media dan tidak menonton TV tanpa perencanaan.

Sedangkan hal-hal yang saya tingkatkan adalah disiplin, ontime, mengasah kemampuan berbahasa Inggris, belajar bisnis, public speaking,  membaca lebih banyak buku, beribadah 6 pilar (shalat wajib tepat waktu, sedekah, shalat sunnah, tilawah, puasa sunnah dan mengaji dengan ustadz/ah lagi), mengelola keuangan dengan baik, menjaga kesehatan (terutama memperhatikan sensitif  kulit dan pernapasan), peduli kebersihan dan kerapian, belajar budaya Aceh, menjadi lebih berani, dan memperbanyak relasi.

Khusus di akhir tahun 2016 ini, target saya adalah saya meraih gelar sarjana pendidikan. Saya tidak akan menunda skripsi lagi, menggarapnya dengan penuh semangat. Banyak berdiskusi dengan dosen dan pantang menyerah karena revisian.

Sedangkan di tahun 2017 mendatang, saya berusaha untuk tidak pernah lelah menulis, tidak membiarkan ide lewat begitu saja tanpa menangkapnya. Saya juga akan menulis seminggu sekali di blog ini. Banyak membaca sebagai amunisi berpikir logis dan sistematis, mencatat hal-hal penting dan menarik.

Di tahun 2017, saya juga akan focus berburu beasiswa untuk study di luar negeri. Saya akan focus belajar TOEFL/IELTS, menulis essay, motivation letter, surat rekomendasi, apply LOA, Mengambil shortcourse. Saya akan melanjutkan S2 linear dengan focus Master of Art.

Di tahun 2017, saya juga akan berusaha hidup mandiri dan tidak terlalu tergantung lagi pada orang tua, terutama dalam bidang financial. Saya juga akan memperbanyak kegiatan social, berbagi apa saja dengan mereka yang membutuhkan serta terlibat di komunitas social,

Ya Allah inilah proposal hiudupku. Bimbing aku. Tuntun aku. Jangan Kau tinggalkan aku. Pada Mu hidupku ku persembahkan. Jadikan aku hamba Mu yang Kau cintai, jadikan aku Hamba Mu yamg sibuk melakukan amal shaleh. Bantu aku mewujudkan proposal hidupku, untuk bekal ku bertemu dengan Mu.

Matangglumpangdua, 1 Desember 2016

Jumat, 14 Oktober 2016



Dear Hujan,
sampaikan sejuta senyum itu untuknya.
Katakan, senyum itu masih sama
Ya, sama saat tiap butiran itu menyapa jendela bening
Masih jutaan, bukan?

Hujan,
Sampaikan,
Aku adalah dia yang lain
Yang bisa ia percayai selain dirinya sendiri
Dia tak perlu sembunyi lagi
Tanganku masih cukup kuat menggenggamnya
Sesuatu masih menggema dalam sujud malamku
Semoga menguatkannya selalu

Hujan, dia berbeda
Dia tak munafik seperti lainnya yang ku kenal
Yang selalu datang hanya untuk memuji, kemudian memaki di belakang
Dia berani menegurku, memarahiku, menamparku sehalus duri

Hujan,
Jika luka silam dan perih jiwa telah menyiksa hidupnya
Nasehatkan, biarkan semua berlalu
Tinggalkan semua itu
Masih banyak lembaran putih yang bisa ia perjuangkan

Hujan,
Tuturkan aku bangga padanya.
Rasa bangga atas setiap perjuangannya
Kita sudah terbuka menghitung waktu
Dan kita telah berjanji untuk selalu bersama menghitungnya, bukan?
Dan hingga aku anggap saat ini semua masih berlaku

Hujan,
Pintalah padanya, teruslah menghitung waktu.
Jika ia lupa, akan kupinjamkan kembali setiap waktu itu
Memulai lagi, lagi dan lagi
Aku juga pernah sakit
Sama sepertinya
Jadi aku mengerti cara menghitung waktu yang baik

Hujan,
Dengarkanlah jujurku, betapa berat menasehatinya
Bukan karenanya, tapi nasehat itu juga masih berlaku padaku
Aku bilang jangan begadang,
Lihat, aku masih begadang saat jam berdetang di angka 12
Aku bilang jangan malas, oh dia pasti lebih tahu bagaimana kabar tugas akhirku
Tapi karenanya, aku selalu berjuang tak munafik dengan kata-kata ku sendiri
Dan sekarang anggap saja kita sama-sama sakit
Dan sama-sama butuh disembuhkan

Hujan,
Hanturkan terima kasihku atas setiap ketulusannya
Keceriaannya
Aku suka dengan pertanyaan-pertanyaan uniknya
Meskipun aku tak selalu mampu menjawabnya di detik itu
Katakan, aku selalu mencari tahu cara menjawabnya
Karena itu, untuk setiap pertanyaannya maka aku selalu punya jawaban
Seingatku, aku masih punya dua jawaban yang belum tersampaikan padanya.
Lupa dan Angin
Ya, dua itu
Bukan aku tak tau jawabannya, tapi aku tak yakin kau siap untuk mendengarnya
Atau aku yang tak kuat menjelaskan dengan gamblang

Hujan,
Ingatkan dia juga
ia terkadang sungguh menyebalkan
Menghilang tanpa meninggalkan pesan
Padahal aku hanya ingin dia memanggil,
"Kakakku"
Dan itu mencemaskan

Hujan,
Maafkanlah aku yang terlalu banyak menitip pesan padamu
Aku tidak mampu berbahasa lagi
Sapaan itu selalu seperti angin
Berlalu dan menghilang
Sekalipun, tanpa atau ada
Sikapku kepadanya akan tetap sama
Disampingnya

Hujan, pesanku sampai di sini dulu
Sering-seringlah datang
Akan ku hadiahkan ribuan kata jika aku telah mampu berbahasa lagi

Kamis, 04 Agustus 2016

Above the ground and under the sky


In fact,
I do not want to go.
I still want to settle here.
Staring at your smile.
Once again.
Although I know.
The smile was not just for me.

Before I really set foot.
Stay away from you.
And immediately disappear from your world.

One pleaded.
Keep smiling.
I do not want to hear.
If one day you hurt.
Or smile faded due to tears.

No.
I just want to see you happy.
Unhappy that could never be you share it to me.
Because I am aware of.
I am a nobody.

Myself merely someone who wants to always stand behind you.
Following your
step.
Supports your desires.
Dreams.
Your dream.
Everything for you.

How can I prove it?
How can I do that?
While we will never be met unless God wills?
And it turns out.
All of it
has become one in the chanting of hope.
All I would call it prayer.

Although I went.
Although I was looking into a secret follower.
At least there is prayer to me back.
That I ever make you as a
sweet story of my life in front of Him.

If someday I'd forgotten to mention your name?
Hopefully my prayer
 has been heard by Him beforehand.
That you have to smile happily.
Without me that become witness of your story.

Sabtu, 18 Juni 2016



Sumber gambar: google
Allah, aku selalu bertanya
Kenapa harus aku?
Kenapa aku harus mengetahui sedalam ini
Sebuah fakta ketidakadilan yang harus ku ubah menjadi kebenaran

Allah, seharusnya aku tak mengetahui seterang ini
Ini terlalu menyakitkan bagi ku
Terlalu menghempaskan ku pada kepedihan yang nyata

Allah, tiada pernah doaku sepanjang ini
Setiap detik untuk seseorang yang baru ku kenal
Tiada pernah, kecuali doa untuk orang tua ku
Tiada pernah dalam setiap doa ku menangis untuknya
Untuk seseorang yang kau berikan tanggung jawab bagiku

Allah, dia terlalu baik untuk berada di kegelapan ini
Dia terlalu indah untuk berada dalam genggaman ini
Aku hanya begitu yakin ia seharusnya di jalan lurusMu
Dia baik!

Sabar, Bilamanakah sabar itu akan ku tempuh
Dua bulan sudah..
Satu tahun?
Sanggupkah aku selama itu?
Allah, tolong segerakan ia kembali padaMu

Allah, sebagaimana telah Kau hadirkan kebaikan dalam hidupku karenanya
Izinkan pula,
Kebaikan ini mengalir kembali padanya

Allah, inikah hadiah yang Kau berikan untuk ku
Untuk ku jaga hingga ia bernaung cahayaMu
Hingga ia tak lagi di lembah keburukan
Jika ia, berikan aku kekuatan, kesabaran dan petunjukMu
Izinkan aku tangguh!
Izinkan aku bijak!
Izinkan aku lembut!
Izinkan aku menolongnya!

Allah, benarkah ini caraMu menyayangiku?
Menghadirkannya untuk lebih menyayangiMu?
Allah, limpahkanlah kasih sayang Mu bagi kami semua

13 Ramadhan 1437 H