Sabtu, 15 Juni 2013


Saya adalah spesial karena saya memiliki beberapa kelebihan dibandingkan orang seusia saya. Pertama, saya mampu menulis dan senang memposting di blog saya. Kedua, saya memiliki kemampuan untuk belajar secara cepat dan senang mengajar, terutama dalam pelajaran bahasa Inggris. Ketiga, saya merupakan orang yang kreatif. Keempat, saya sangat mudah akrab dengan anak-anak dan tahu menjelaskan sesuatu hal kepada anak-anak (dengan ini saya mendapatkan cinta dari anak-anak). Kelima, saya memiliki bakat berbicara yang luar biasa sebagai penyampai informasi.
Prestasi terbaik dalam hidup saya akan saya raih pada usia 30 tahun, yaitu  berbisnis sehingga saya bisa bebas financial, dan menulis buku-buku yang bermanfaat bagi orang banyak. Dari semua itu, 20% keuntungan saya berikan untuk membantu orang miskin dengan membangun sekolah gratis untuk anak-anak kurang mampu di seluruh provinsi Indonesia.
Oleh karena itu, saya akan fokus mempelajari ilmu bahasa Inggris, bisnis, dan  dunia tulis menulis. Saya akan menemukan metode baru mengenai cara belajar bahasa Inggris yang mudah bagi anak-anak. Saya akan berbagi ilmu apa saja yang saya miliki dalam tulisan-tulisan saya.
Mulai hari ini saya tidak lagi menunda-nunda pekerjaan dan tidak melakukan yang bukan prioritas. Sedangkan hal-hal yang saya tingkatkan adalah disiplin, mengasah kemampuan berbahasa Inggris, belajar bisnis, public speaking,  beribadah 5 pilar (shalat wajib, sedekah, shalat sunnah, tilawah, dan puasa sunnah), dan memperbanyak relasi.
Khusus di tahun 2013 ini, target saya adalah berusaha untuk tidak pernah lelah menulis, tidak membiarkan ide lewat begitu saja tanpa menangkapnya. Banyak membaca sebagai amunisi berpikir logis dan sistematis, mencatat hal-hal penting dan menarik.
Ya Allah inilah proposal hidupku. Bimbing aku. Tuntun aku. Jangan Kau tinggalkan aku. Pada Mu hidupku ku persembahkan. Jadikan aku hamba Mu yang Kau cintai, jadikan aku Hamba Mu yamg sibuk melakukan amal shaleh. Bantu aku mewujudkan proposal hidupku, untuk bekal ku bertemu dengan Mu.

Matangglumpangdua, 5 januari 2013

Jumat, 26 April 2013


“Anda adalah calon pemimpin masa depan, ciptakan kemandirian dengan berorganisasi”, begitulah bunyi kata-kata penyemangat yang ku temukan di brosur LPM SA ketika MOSKA. Kata itu perlahan-lahan menyelinap ke alam bawah sadarku. Merekam semua kejadian, menyimpannya, untuk suatu dimensi waktu bersama masa depan. Persis seperti saat ini. Hari itu aku duduk di barisan tengah, menjawab setiap pertanyaan yang di ajukan kakak-kakak LPM SA. Disana , mereka menanyakan banyak hal, mulai dari kenapa harus berorganisasi, tujuan berorganisasi apa, dan masih banyak lagi cerita lainnya bertemakan “ Untold Story 0f Organization”.
Aku juga mengikuti Pendidikan Dasar Organisasi (PDO) Lembaga Pers Mahasiswa Suara Almuslim (LPM SA). Disana Aku diajarkan tentang Demokrasi, Hak Asasi Manusia (HAM), Bagaimana mengatakan tidak pada korupsi dan berpikir kritis yang membawa perubahan negara dan bangsa. Aku berbinar-binar, bukan karena aku cerdas, tapi lebih karena melihat hal kelewat ajaib di dunia. Saat itu yang kutahu jurnalis itu adalah orang luar biasa pandai, dan cerdas tak ketulungan. Sehingga hanya orang-orang tertentu yang bisa menjadi jurnalis dan hebat di ranah penulisan, bukan orang-orang yang awam seperti aku dan masih banyak bukan-bukan yang lain. Nah, muda-muda begini sudah keren? Wah, betapa inginnya hati ku. Kalau dianya bisa, kenapa saya yang jauh lebih muda tidak?
Selain pendidikan dasar organisasi, aku juga diajarkan tentang pendidikan dasar jurnalis. aku belajar bagaimana menulis sebuah berita yang baik dan bagaimana cara mewawancarai seorang narasumber. Aku juga diberikan kesempatan mewawancarai orang-orang sekitar masyarakat Peusangan dan merasakan langsung pahitnya kehidupan. Aku juga belajar berorasi sebagai orator dalam berdemonstrasi dan membuat peta sosial.
Kira-kira begitulah suasana saat aku pertama kali mengenal keluarga ini, LPM SA namanya. Rasanya semua serba sakral, merah putih macam bendera Indonesia. Lambat laun kebersamaan semakin kental, semua menjadi lebih indah berwarnakan pelangi. Namun begitu waktu berjalan, meski dengan kapasitas pas-pasan, akhirnya dengan berbagai proses pendidikan, Pantai Kuala menjadi saksi pengukuhan “3 Dewi”, sebagai angkatan baru LPM SA. Dan untuk menjadi anggota tetapa kami harus melewati proses magang selama 3 bulan. Aku bersyukur bisa menjadi bagian dari indahnya pelangi warna LPM SA. Yang penting itu bisa menjadikan ku lebih peka sosial, setidaknya aku bisa menelusuri pelangi masa depan ini bersama LPM SA.

Salam alaykom jame baro trok
Tameng jak piyoh ateuh tika
Ranup kamoe bi bapak neupajoh
Hana kamo boh racon ngon tuba

Hai aneuk nyo laen hai adoe e
Salam alaykom.. Allah
Laen hai adoe e
Jame baro trok.. Sambot..

Hai laot sa dila ombak meuh
Alon kapai ie ek tren meulumba
Lumba hai bacut teuk
Salah bukon sah, lah lon awai phon
Salah awai bak gata
Hai laot sa

Hai aneuk nyo laen hai adoe e
Lagu ka abeh,.. Allah
Laen hai adoe e yg kamoe hidang.. Sambot..
Laen hai adoe e
Lagu ka abeh.

*bersenandung di pagi hari :)

Selasa, 19 Februari 2013


Demokrasi...
Rasanya bangsa ini sudah bosan mendengar kata itu
Sedih hati bangsa
Manusia-manusia busuk menjarah negeri ini

Kau bilang dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat
Tapi semua tenggelam dalam buta hati dan jiwa

Jutaan tangan meraba untuk mengakhiri semua itu
Kami inginkan demokrasi yang sejati
Bongkar dan hancurkan topeng mu
Demi tegaknya demokrasi
Dunia yang tenang dan damai untuk anak bangsa

Jumat, 15 Februari 2013


Namanya koruptor
Dia bangga akan dirinya karena dia kaya raya
Kalian yang lapar akan materi
Kalian yang haus akan tahta

Kulihat kau duduk manis
Rapat, rapat, rapat seperti bunglon
Kau bilang perjuangkan aspirasi rakyat
Tapi uang-uang kau gerogoti

Karena kau koruptor
Dimana letak hati nurani kalian
Lihatlah anak bangsa ini
Payahnya hidup di negeri sendiri
Runtuh karena tikus berdasi

Kalau kau koruptor
Ingatlah, bolehlah kau berhiaskan berlian di dunia ini
Tapi surga tak bernilai dengan uang haram mu