Kamis, 15 November 2012



Pernah mendengar  “sesudah kesulitan ada kemudahan, dan sesudah kesulitan ada kemudahan”. Yap, itu adalah Firman Allah SWT (100 untuk anda. hehehe..).
Masalah hadir bukan untuk menyengsarakan kita, tetapi untuk meningkatkan kualitas yang ada dalam diri kita.
Bagaimana cara terbaik menyelesaikan problem? Jawabannya: Selesaikan (cukup). Tuing-tuing… banyak mata melotot :D. Santai guys…pasti Anda menginginkan jawaban yang lebih rinci. So, kita buat simple aja ya, yuk ikuti tipsnya:
1.      Ambil selembar kertas ( terserah kertas apa aja, bias kertas HVS,  A4, kertas jeruk, kertas apel ( emang ada?? :D )
2.      Tuliskan masalah Anda. Sudah, sudah, sudah???. Okay kita lanjutkan.
3.      Buat prioritas yang harus diselesaikan the first time. Jangan tertukar antara hal darurat dan hal penting. Mulai lah dari A dulu hingga semua berakhir di Z (ah seperti anak SD saja! :D )
4.      Sekarang tuliskan tahap-tahap yang harus anda lakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
5.      Hilangkan hal-hal yang tidak penting
6.      Fokus
7.      Berpikir jernih dan masuk akal, jangan menghalalkan segala cara tapi pastikan tindakan anda itu halal.
8.      Gunakan cara-cara kreatif dalam menyelesaikan masalah.
9.      Kontrol : Anda harus mengetahui mana yang sudah dikerjakan atau  belum.
10.  Disiplin: atur diri anda sendiri. Hati-hati, musuh terbesar adalah diri Anda sendiri. ( mending cari musuh yang lain saja deh. Hehe.. )
11.  Tulis deadline masalahnya. Pastikan semua selesai tepat waktu.
12.  Gunakan sistem centang. Check list itu penting, kawan...
13.  Berikan hukuman jika anda melanggar aturan sendiri
(ini adalah salah satu cara agar anda disiplin )
Sehingga anda tidak akan memberi peluang untuk menunda-nunda target Anda.

Okay, i think it is enough. Come on try this step. Awali semua dengan bismillah, niatkan karena Allah, dan bersabarlah.
Hope you can solve your problem.
Sukses untuk Anda.

Jumat, 10 Agustus 2012



Segala titik telah ku jalani
Aku sudah menangis
Aku sudah tertawa
Mengikuti suara dalam hati
Lentera jiwaku

Setiap nafasku di dalam detak jantung
Bersyukur pada yang Maha Kuasa
Satukan cita dan cinta

Ketika mimpi ku yang begitu indah tak sampai
Tetes air mata mengalir disela derai tawa
Seakan hidup ini tak ada artinya lagi

Ku coba untuk bangkit
Meski terasa sulit
Terbang melayang dari bumi ke langit
Menembus ruang dan waktu
Mencoba menggali makna cinta
Memenangkan hati untuk cinta


Sambut mentari baru di depan ku
Ini saatnya menentukan langkah baru
Membuka mata
Lupakan luka
Basuh keringat yang mengalir

Tak kan ku sesali segala yang telah terjadi
Hidup terus berjalan
Bangkitkan keringat hingga membara
Mimpi-mimpi yang tenggelam
Siap menghantam bumi
Karena ku adalah sang pemenang

Aku terlahir untuk jadi pemenang
Tak kan pernah terpikir untuk jadi pecundang
Hanya satu yang selalu ku kenang
Saat sorak-sorak itu berkumandang
Mewujudkan mimpi ku!
Malam hari sepulang tarawih, saya berbincang-bincang dengan seorang dokter. Dokter adalah profesi yang sangat dielu-elukan oleh sebagian besar orang. Dokter mempunyai tugas mulia untuk membantu mengobati kita.
Saya sebut saja dokter ini, dr. Aminah, beliau sudah 5 tahun menjadi dokter. Saya bertanya tentang suka duka menjadi eorang dokter.
“Ada rasa bahagia jika kita berhasil membantu seseorang untuk sembuh. Seorang dokter tidak hanya bertugas menyuntik dan memberi obat, tetapi juga harus memotivasi pasiennya untuk sembuh, dan bangkit dari cobaan”, tutur beliau.
Saya lanjut bertanya,”Lalu adakah dukanya menjadi dokter?”
Beliau tersenyum,”Tentu, semua profesi memiliki suka duka, saya sangat berhati-hati dalam membantu penyembuhan pasien, saya tidak ingin ada kesalahan obat, dan lain sebagainya. Pernah suatu ketika saya mendapat pasien seorang bayi berusia 6 bulan, miris sekali, inilah tugas seorang dokter sebenarnya, dengan tangan mulianya seorang dokter menyentuh hatinya untuk menolong”.
“Saya bahkan juga sangat miris jika ada yang mengatakan dokter hanya bertugas memberi obat, kemudian menerima uang, bukan hanya itu saya katakan!”
Beliau melanjutkan, “Dokter harus bekerja dari hati, mengeluarkan sekuat tenaga membantu pasien. Sebenarnya semua orang bisa menjadi dokter. Mindset orang Indonesia harus diubah. Dokter bukan hanya orang yang berseragam putih. Tapi orang yang berusaha membantu sepenuh hati, walaupun hanya satu orang yang kita tolong. Bahkan seorang petani bisa dikatakan seorang dokter karena dia telah menyediakan beras untuk ratusan orang agar bisa bertahan hidup, apalagi jika padi yang ditanam adalah padi organik, Petani yang berhasil!”
Beliau mengakhiri ceritanya dengan sebuah nasihat, “Nak, Jadilah orang yang berguna bagi orang lain apapun bidang yang kamu geluti. Tidak harus menjadi dokter untuk membantu orang banyak. Apapun profesi kita, stay be the best!”

Rabu, 18 Juli 2012

Rasanya sudah ratusan atau ribuan orang yang mengartikan satu kata ini, "TEMAN"! ya kata yang tak ada habisnya untuk di bahas.
Teman membuat kita merasa diakui, dihargai, dan dihormati.
Teman bisa membuat kita jadi personal yang baik atau buruk. Sadar atau tidak telah banyak hal telah kita korbankan hanya untuk satu kata "Demi Teman". Orang ambisius bisa mengalah karena TEMAN. Bahkan waktunya yang berharga terbuang hanya untuk menghabiskan waktu dengan teman. Mungkin kelihatan sederhana, tapi tak sesederhana yang kau pikirkan teman.

"Yang jauh selalu dekat, yang dekat selalu di hati" itu yang ku artikan untuk mu teman.

Menemukan teman sejati bukan hal yang mudah. Dia tak datang sekejap mata. Perlu ketelitian yang mendalam. Tapi mencari teman tak semudah membuat thesis atau skripsi, hanya tertulis di selembar kertas. Teman tak perlu di tulis dengan tinta emas, cukup terukir di dalam hati dengan sepenuh cinta.
Pernah bertengkar dengan teman? Tertawa bersama? Menangis bersama? Galau bersama? Atau bahkan dikecewakan oleh teman?. Wah, ternyata ribuan hal telah terlewatkan, tapi semua tetap terindah.
Akan selalu terindah. 

Salam persahabatan u/ teman di dunia nyata dan dunia maya!
Kalian selalu dihati :)

Senin, 28 Mei 2012

          Sebenarnya ini adalah sebuah catatan di akun facebook saya. Tanpa sengaja saya membaca ini. Catatan ini saya tulis saat saya berumur 17 tahun. Saat masih alay-alaynya. Hehe. Saya baru sadar ternyata saya juga pernah alay. Tapi itu duluuu. SEKARANG? Sedang berjuang untuk berubah menjadi The Greatest Man!
          Sebagian catatan ini sudah saya edit sesuai EYD, tapi sepertinya masih ada saja yang salah. Ya sudahlah, ini lah Nurmulya.
          Secara keseluruhan ini adalah kenangan saya tentang Aceh.
Enjoy to read!

Sekarang adik saya sudah berumur 8 tahun :)
Happy with Family
Malam ini menyenangkan banget. Bingung mau mulai cerita darimana. Hmm.. Semuanya berawal dari ide saya untuk bakar-bakar ikan.(kreatif kan? Hehe..) Terus bunda langsung setuju. Akhirnya semua bahan-bahannya pun dipersiapkan. Mulai dari ikan dan bumbu-bumbunya. (Ceileh.. Sudah seperti koki terhebat saja :) )
Setelah persiapan semuanya selesai, kami langsung bagi-bagi tugas. Saya mendapat tugas untuk menjaga ikan bakar nya agar tidak hangus. Eh.. Eh..eh.. adik saya cuma cengar-cengir saja. Kemudian saya bertanya,"adik bisa bantu apa? ". "Bantu MAKAN..." (walah-walah.. Nyerah dech..) "iya-iya makanya banyak-banyak makan saja ya biar cepat besar. Akhirnya ikan bakarnya matang juga. Hmmm.. Nyummy.. (melihatnya saja sudah bikin ngiler).
Sekarang persiapan bumbunya. Nich tugas bunda sama aku. Sambil nyiapin bumbunya kita ngobrol-ngobrol. Awal perbincangan di mulai dari ayah yang coment sama Mesir yang lagi rusuh. Banyak orang-orang Indonesia yang kembali ke tanah air, trus aku ingat waktu Aceh konflik dulu. Aku cerita sama Ayah kalau dulu aku takut liat tentara sama polisi. * tau sendiri kan waktu konflik dulu?! Trus bunda juga cerita panjang lebar waktu masa konflik itu. Kata bunda kita dulu sempat nginap di rumah saudara gara-gara dengar isu kalau jam 3 pgi itu ga boleh ada orang di rumah satu pun. Alhasil jam 7 malam kita bawa baju seadanya terus lari ke rumah saudara. Bunda gendong aku sambil lari-lari. *makasih ya bundaa.. Hiks.. Hiks.. Nyampe di rumah saudara ternyata banyak banget yang mau nginap di sana. Kebetulan waktu itu juga bulan Ramadhan, so kita sahur rame-rame di sana. *kasian lho saudara lia ini. Kerepotan nyiapin makanannya.Tapi ga apa-apa, hitung-hitung tambah pahala khan?
Terus perbincangannya berlanjut saat kejadian gempa dan tsunami di Aceh. *Na'uzubillah, semoga ga terulang lagi. Aku ingat dulu tetangga aku takut tinggal di rumah, banyak yang milih buat mengungsi. Tpi berhubung waktu itu adik ku masih umur 2 tahun, ayah ku kasian nanti adik ku nangis-nangis di gigit nyamuk, ya sudah kita tetap bertahan di rumah saja.
Nah pas midnight alias jam 12 di malam kedua setelah tsunami. ketika aku sedang nyenyak-nyenyak nya tidur, suddenly aku terbangun. Semua anggota keluarga ku juga ikutan bangun. Kita kayak mendengar suara air bah mendekat, kita kirain ini suara air tsunami. Trus ayah menyuruh lari mencari bukit yang terdekat buat berlindung. Adik di gendong sama Ayah. Dari kejauhan aku sempat liat ke jalan raya. Mulai dari ambulance, mobil yg Wah, motor, and segala jenis kendaraan plus manusia balapan lari ke arah selatan.
Tapi aku sekeluarga milih arah ke timur desa kami, karena menurut ayah di situ ada bukit yang lumayan tinggi. Pas lari-larian ketemu sama tetangga. Kita semua panik banget. Akhirnya nyampe juga di kaki bukitnya. Terus kita naik dengan buru-buru *rasanya gampang banget nyampe di atas, padahal ini kali pertama aku naik bukit lho.Woam.. Ternyata di atas udah ada puluhan orang, entah nyasar dari mana ini orang? Campur aduk segala jenis suku dan ras. Semua panik, dari mulut kami cuma keluar kalimat tasbih, tahmid, tahlil, dan segala do'a-do'a. Eits.. Adik kecil ku nangis. Cup cup.. Bunda kerepotan buat tenangin nya. Setelah sekian lama di atas bukit, kita baru nyadar. Kok air bah nya ga nyampe-nyampe yaa? Akhirnya kita mutusin turun.  *ya ampun.. Susah banget turunnya di bandingin naik tadi, kaki aku sampe lecet-lecet. Ternyata orang-orang satu kabupaten kena tipu, ini cuma kerjaan orang gak bertanggung jawab alias maling !! *hebat-hebat, satu kabupaten kena tipu! Hahaha, malam ini kita bernostalgia tentang masa kecil ku.*perbincangan nya berhenti disini.
FINALLY, bumbunya beres. Saatnya makan-makan. Wuah, sedap banget Ayam bakarnya..*kalian jangan ngiler yaa ! :D Semua makan dengan lahap. Cuma sayang nya kakak ga bisa gabung.* maaf ya sista ! Kalau ada kakak mungkin lebih seru.

Terima kasih Allah telah engkau berikan aku keluarga sebahagia ini.
Ga kan kulupain jasa Ayah Bunda ku.
Aku bahagia punya Ayah hebat.
Aku bersyukur Kau kirim malaikat selembut Ibu ku.
Aku punya kakak tersayang.
Aku punya Adik yang lucu.
Bagiku, aku punya istana terindah.
Love my family.
You're everything for me !

Created by Nurmulya Sapittri

Minggu, 06 Mei 2012

Akhir Kisah Abu-abu
Lonceng telah berbunyi
Gelombang terakhir putih abu-abu berakhir
Entah semua itu sebuah kejujuran
Atau tipuan belaka kita
Hanya satu kata dan secarik kertas yang kita pinta
“LULUS”

Ya, lonceng terakhir itu mengusik kita
Seolah-olah dia berkata
“masa depan ada di depan mu nak”
Kita tidak pernah berharap akan secepat ini berakhir
Tapi ini bukan akhir
Masa depan fokus kita

Genggam tangan bersama
Ingat semua kenangan indah
Aroma kelas yang gaduh atau sejuk
Kita bebas memilih

Pegang janji kita teman
5 tahun lagi kita akan bertemu disini
Di tempat yang sama
Untuk mengenang kembali kisah abu-abu

Ribuan senyum
Nurmulya Safitri
 

Senin, 19 Maret 2012

Kebebasan bisa menjadi suatu hal yang positif atau hal negatif. Semuanya tergantung kepada kita bagaimana menyikapi makna kata “kebebasan” itu. Nah, bagi anak muda sekarang, kebebasan sangat mereka impikan. Kalau dulu Bangsa kita berhasil bebas dari tangan penjajah, maka anak muda sekarang harus bisa meneruskan perjuangan para pahlawan terdahulu.
Jadi apa saja yang bisa dilakukan anak muda? Oh banyak tentunya. Namun realitanya sekarang banyak anak muda yang terlibat tawuran, narkoba, bahkan free sex. Waah.. sungguh sangat disayangkan, potensi yang seharusnya dikembangkan ke arah yang lebih baik menjadi hancur seperti ini.
Dibalik gelapnya kebebasan itu, ada juga anak muda yang berjuang mewujudkan mimpi mereka. Namun mereka juga dihadapkan pada persoalan lain, “MATERI” yach sebuah kata yang susah didapatkan oleh orang miskin, namun dekat dengan para koruptor. Hmmm mereka yang tidak mempunyai cukup dana untuk meneruskan study mereka. Hanya segelintir orang yang mampu bersekolah.
Nasib oh nasib! Tetapi janganlah berputus asa, Allah punya rencana yang lebih indah kepada kita. Yang penting kita harus berusaha dan berdo’a. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Berjuanglah  terus wahai sahabat, berjuang hingga titik darah penghabisan *wuih sadis! . Hidup memang  terkadang tidak adil. Namun kamu punya hak untuk memilih “Mau sukses atau tidak?”
Okay, bagi yang muda. Berbahagialah karena sekarang hal yang terbaik belum datang. Namun tetaplah melakukan hal yang benar dan hindari hal-hal yang tidak bermanfaat. Mulailah berterima kasih kepada Allah.
Katakan ini dengan lantang “Free is my Right!” Manfaatkan kebebasan dengan benar, bertanggung jawablah terhadap kebebasan yang kita miliki. Hiduplah dengan berpikir besar, melakukan pekerjaan kelas satu, dan mutlak menang!
Masih ingat  dengan pelajaran fisika? What? Lupa? Apa kata dunia? *dunia berkata “How Poor you Are??” hehee serius nich. Okay lanjut guys, hukum Newton I menyatakan sebuah benda yang diam akan cenderung untuk terus diam. Namun sebaliknya, sebuah benda yang bergerak akan terus bergerak. Jadi manfaatkan setiap detik waktu yang kamu miliki untuk hal-hal yang berguna dan lupakan kesenangan semu.
Hanya ada 2 pilihan :
1. Orang lain bertepuk tangan untuk kesuksesan mu
     Atau
2.Orang menyoraki mu untuk kegagalan mu.
Ada anak muda di sini???
Kamu pilih nomor 1 atau nomor 2 ????
Apa arti kebebasan pilihan mu???